Banyak hal yang harus diperhatikan dalam sukses meraih pekerjaan seperti seperti apa CV / Resume /Daftar Riwayat Hidup yang kita buat, bagaimana saat menghadapi wawancara, etika berkomunikasi, membuat cover letter yang baik, dll. Membuat CV walaupun hanya salah satu komponen penentu sukses meraih pekerjaan, namun membuat merupakan awal dari proses seleksi untuk mendapatkan pekerjaan. Jadi kita tidak lantas mengambil kesimpulan bahwa membuat CV yang baik itu tidak penting, kalau kita sangat ingin bisa melewati tahapan pertama dari sebuah rekrutmen, tidak ada yang bisa dilakukan selain berusaha sebaik mungkin membuat CV atau resume yang “menjual” dan mampu meyakinkan pihak perusahaan atau headhunter mengenai kemampuan dan kompetensi yang kita miliki”
Memang, susah-susah gampang juga membuat CV / resume yang baik itu, karena kita enggak tahu apa sebenarnya kemauan orang yang akan membaca CV / resume kita. Mungkin kita berpikir, makin detail CV / resume semakin baik. Tapi, kalau CV / resume kita malah di baca sama orang yang punya pola pikir ‘straight to the point’, yah hasilnya justru malah sebaliknya.
Kalau menurut pendapat saya pribadi, CV merupakan media promosi para pencari kerja, maka CV / resume harus dibuat secara baik, menarik dan yang terpenting adalah mempunyai nilai jual artinya CV atau resume yang kita buat harus menjual. Apa yang dijual yaitu Kemampuan dan Kompetensi pemiliknya. Membuat CV atau resume yang “menjual” itu tidak memerlukan ketrampilan khusus, jadi saya coba sharing dari pengalaman saya selama ini mengenai beberapa syarat yang hampir selalu dijumpai pada CV atau resume yang memiliki karakteristik dalam “Menjual”
1. Rapi dan Mudah Dibaca
Ini syarat utama dari sebuah CV atau resume yang “menjual”, karena orang akan tertarik untuk membaca tulisan dan layout yang rapid an mengabaikan yang berantakan. Jadi jangan berharap banyak walaupun kita mempunyai kemampuan dan kompetensi yang baik kalau tulisan kita jelek dan layoutnya berantakan akan menarik pembaca untuk membaca dan mempelajari lebih dalam.
2. Memberikan Informasi Lengkap Tetapi Disajikan Secara Ringkas
CV atau resume yang “menjual” harus memberikan informasi lengkap kepada orang yang membacanya. Mulai dari data pribadi, latar belakang pendidikan, riwayat pengalaman kerja, pelatihan yang pernah diikuti, sertifikasi yang relevan yang dimiliki dan kegiatan ekstra kurikuler yang aktif diikuti. Tetapi dalam penyajiannya tidak harus berlembar-lembar karena waktu yang dibutuhkan untuk membaca jauh lebih singkat, Aturan umum menyarankan CV atau resume tidak lebih dari tiga halamaman.
3. Konsistensi Karir
Salah satu kunci penting yang menentukan untuk dihubungi oleh pihak perusahaan atau headhunter menuju tahapan rekrutmen berikutnya adalah konsistensi karir. secara jujur saya katakan, pihak perusahaan dan headhunter paling menyukai para spesialis untuk mengisi setiap posisi yang lowong. Maksudnya adalah seorang yang konsisten berkarir / progresif karir dalam satu bidang misalnya Engineer secara terus menerus akan diutamakan jika dibandingkan dengan seorang engineer yang pernah mengalami alih profesi dalam karirnya. Karir yang konsisten / progesif karir disinilah indikator paling nyata apakah teman-teman mampu memberikan performa kerja terbaik dalam spesialisasi yang dipilih — yang berarti pula mendapat ganjaran berupa promosi jabatan kalau memang berprestasi.
4. Achievement / Pencapaian Prestasi
Jangan pernah ragu untuk mencantumkan pencapaian prestasi (achievement) atau yang pernah diukir dalam tiap jabatan atau posisi yang ditempati sebelumnya. Inilah kesempatan terbaik untuk “menjual” bukti kemampuan dan kompetensi yang sesungguhnya kepada pihak perusahaan atau headhunter.
5. Custom Made / Penyesuaian CV atau Resume
Yang dimaksud custom made disini adalah mengubah dan menyesuaikan CV/resume/daftar riwayat hidup agar sedapat mungkin menunjukkan kepada pihak perusahaan atau headhunter bahwa kemampuan dan kompetensi yang dimiliki calin tenaga kerja memang menyamai atau minimal mendekati job requirements yang dicari. Sederhananya begini, kalau kita melihat sebuah iklan lowongan kerja, disitu pasti disebutkan job requirements yang dibutuhkan. Nah, usahakan ubah dan sesuaikan CV atau resume teman-teman untuk menonjolkan kesan bahwa kemampuan dan kompetensi yang dimiliki memang memenuhi atau paling tidak mendekati job requirements tersebut. Sangat disayangkan, masih sering sekali saya membaca CV atau resume yang terkesan ‘generik atau umum’ karena sama sekali tidak menonjolkan kemampuan dan kompetensi yang dipersyaratkan oleh job requirements. Kalau sudah begini, rasanya kecil pula kemungkinan CV kita akan mendapatkan respon seperti yang diharapkan.
Kesimpulan
Carilah pekerjaan yang sesuai dengan kepribadian dan kemampuan Anda. Buatlah daftar prioritas pekerjaan idaman Anda. Tulis masing-masing kriteria dari diri Anda yang masuk. Misalnya: hobi, kelebihan, kekurangan diri dan pendidikan sehingga Anda akan tahu apakah pekerjaan tersebut cocok dengan Anda. Berusaha sebaik mungkin membuat CV atau resume yang “menjual” dan mampu meyakinkan pihak perusahaan atau headhunter mengenai kemampuan dan kompetensi yang dimiliki” kalau belum berhasil jangan putus asa karena menurut saya, belum mendapat pekerjaan yang pas bukan berarti bodoh atau kurang berusaha, tetapi sama seperti halnya mencari pasangan hidup dan datangnya kematian, semua sudah ada yang mengatur. Tinggal bagaimana kita berusaha sekuat mungkin untuk mendapatkan yang terbaik.